Selasa, 24 September 2013

sambutlah malam ini

AMBUTLAH TANGAN INI

Adindaku,
Dinding tebal tlah halangi senyumu
Rasa Bersalah makin menghujam diri ini
Kapankah pintu khan terbuka lagi

Aku melangkah tak lihat arah
Aku menoreh luka di hatimu
Aku menyesal tak tahu tuju
Aku tertunduk ungkapkan pasrah

Adindaku,
Andai senyum itu kembali mengembang
Andai tangan ini kembali tersambut
Aku tengadah pintakan maafmu

Manusia tak luput cela
Hati dan langkah ini khilaf adanya
Jika senyum itu kembali merekah
Mentari khan bersinar di pelupuk mata

Adindaku,
Renungkan ungkapan hati ini
Kutunggu hadirmu dalam mimpi
Tersenyum tuk arungi alam fana
Suka duka milik bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar