AMBUTLAH TANGAN INI
Adindaku,
Dinding tebal tlah halangi senyumu
Rasa Bersalah makin menghujam diri ini
Kapankah pintu khan terbuka lagi
Aku melangkah tak lihat arah
Aku menoreh luka di hatimu
Aku menyesal tak tahu tuju
Aku tertunduk ungkapkan pasrah
Adindaku,
Andai senyum itu kembali mengembang
Andai tangan ini kembali tersambut
Aku tengadah pintakan maafmu
Manusia tak luput cela
Hati dan langkah ini khilaf adanya
Jika senyum itu kembali merekah
Mentari khan bersinar di pelupuk mata
Adindaku,
Renungkan ungkapan hati ini
Kutunggu hadirmu dalam mimpi
Tersenyum tuk arungi alam fana
Suka duka milik bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar